CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 16 Desember 2008

Inspirasi Hidup Yusuf


Kenal siapa orang ini???


Yapzzz.... Benar dia adalah Yusuf...


Yusuf bukan orang yang hebat...
Yusuf juga bukan orang yang yang gagah...

Tapi mengapa Yusuf di pakai Tuhan secara luar biasa..????

Jawabannya adalah karena Yusuf taat n setia ama panggilan Tuhan....

Masalah yang di hadapi oleh Yusuf sangatlah banyak...
Yusuf di jual oleh saudaranya sendiri...
Yusuf dipenjara, padahal bukan karena kesalahan tetapi karena difitnah Tante Potifar...
Tapi akhirnya Yusuf menjadi raja...
Itu semua karena Yusuf mau setia...

Kesetiaan bicara soal hati, dimana respon hati kita menghadapi segala sesuatu...
Apakah kita masih berpegang pada Tuhan ato gak...???

Nich beberapa rahasia Yusuf kuat menghadapi segala masalah dengan tetap setia pada Tuhan...

  1. TUHAN bisa perintahkan siapa saja untuk menolong kita. Bagian kita adalah menolong dulu orang - orang yang TUHAN kirimkan kepada kita. Kej 40:14, 41
  2. Melakukan pekerjaan kecil dengan profesional adalah kesempatan membuktikan pada TUHAN bahwa kita siap melakukan pekerjaan besar. Kej 39:2d
  3. Kita perlu bantuan dari sebanyak mungkin orang, tetapi berharaplah hanya pada TUHAN yang mampu menggunakan orang yang tepat untuk kita. Kej 40:14
  4. Melakukan hal benar juga bisa membuat kita menjadi penyebab masalah bagi orang fasik. Perkecil masalah dengan melakukan kebenaran dalam kasih. Kej 37:2
  5. Sukses bagi TUHAN, bukan cuma soal memiliki pekerjaan besar, tapi menyelesaikan setiap pekerjaan kita dengan hasil yang besar. Kej 39:2
  6. Jangan terpengaruh oleh orang yang tidak mempercayai kita, bertindaklah untuk TUHAN yang mempercayakan segala sesuatu. Kej 37:10
  7. Memiliki impian / cita-cita yang BENAR, tidak menjamin kita mendapat dukungan dari sekitar kita, tapi pasti mendapat dukungan dari TUHAN. Kej 37:5
  8. Tuhan mengangkat orang-orang yang tetap berpihak pada kebenaran dan tetap melakukan kebenaran, meski tidak ada seorangpun yang mendukung. Kej 37:2
  9. Jika hasil hubungan & pengalaman kita dengan TUHAN bermanfaat bagi dunia, TUHAN akan memakai mereka untuk memuliakan kita di dunia. Kej 41:37-45

Inspirasi Hidup Daniel

Daniel seorang yang sangat luar biasa...
Ia tidak takut apapun sebab ia tau bahwa ada Allah disisinya....
Ia tidak gentar walau mau dimasukan kedalam kandang singa, karena dia tau bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan...
Nich rahasia hidup daniel itu....

  1. Bila kita membela kebenaran, kebenaran TUHAN akan membela kita saat dunia mencari - cari kesalahan & alasan untuk menjatuhkan kita. Daniel 6:4
  2. Tuhan menaruh kita di lingkungan fasik untuk belajar cara menghadapi mereka, bukan untuk menjadi seperti mereka. Daniel 1:3-5
  3. Memilih untuk menjadi orang yang dipengaruhi keadaan, adalah langkah awal dipilih TUHAN untuk menguasai dunia. Daniel 1:8

Inspirasi Hidup Musa

Musa sangat Luar biasa. Dia mampu bertahan dalam kondisi apapun...
Mau tahu rahasia yang di miliki Musa agar menjadi orang yang luar biasa dalam Tuhan....
Nich aku beritau melalui blog ini.....

  1. Keluar dari tanah perbudakan. Bukan keadaan sekeliling kita yang menentukan kita menjadi siapa, tetapi kita dan TUHAN. Kel 14:17
  2. Melalui gurun pengujian. Ujian TUHAN bertujuan untuk membuat kita tahu batas kekuatan kita dan meningkatkannya. Ul 8:2
  3. Bertahan dalam krisis. Masuk ke medan peperangan. Orang yang siap menerima kemenangan adalah orang yang siap mengatasi masalah bersama TUHAN. Ul 4:34
  4. Menguasai tanah perjanjian. Hidup kita dipelihara TUHAN dengan cara selalu menggunakan kekuatan yang TUHAN berikan dengan tepat. Ul 8:18

Senin, 15 Desember 2008

Kisah Angin Dan Kera

Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Alkisah, setelah mengalahkan angin barat dalam lomba menjatuhkan kera, angin timur selalu menyombongkan keberhasilannya. Sementara asyik berceloteh, tiba - tiba angin barat, angin utara, angin selatan memotongnya: "Lihat, lihat, si kera sudah kembali di atas pohon. Coba buktikan, bahwa bukan secara kebetulan belaka engkau menjatuhkannya." Tersinggung, si angin timur pun menjawab tantangan itu. Ia mulai menghembuskan angin sepoi - sepoi mautnya membelai si kera.



Kau berikan kesempatan untuk belajar dari kesalahanku di masa yang telah lalu,
Si kera yang sedang duduk tenang di pohon pun mulai kembali menunjukkan tanda - tanda mengantuk. Namun justru di saat angiin Timur yakin akan meraih kemenangan, ia terkesiap melihat apa yang terjadi. Si kera bangkit dari duduknya, berdiri, dan mulai melompat - lompat. Ia memetik kelapa, mengupasnya dengan semangat, memakannya, berteriak - teriak memanggil teman - temannya, lalu membagi - bagikan kelapa itu. Demikian seterusnya, sampai si angin Timur kelelahan meniup. Sementara angin lainnya menertawakannya, ia tersipu malu seraya bertanya dalam hatinya, "Mengapa?" Jawabannya, karena si kera sudah belajar dari kesalahannya.


Kau berikan ku iman untuk mencoba lagi sampai ku jadi sempurna spertiMu
Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bola lampu pijar bukan karena ia lebih pintar, tetapi karena ia mencoba lebih banyak daripada orang - orang pintar lainnya.


Meskipun ku jatuh, berulang kali, namun oleh kasih-Mu ku bangkit kembali
Seorang petinju dinyatakan kalah KO bukan karena pernah jatuh, tetapi karena tidak bangkit kembali. Seorang petinju dinyatakan kalah TKO bukan karena terkena pukulan, tetapi karena tidak mampumelawan balik lagi. Kita kalah, bukan karena pernah jatuh atau pernah terpukul. Kita kalah hanya kalau kita tidak bangkit dan melawan balik pencobaan hidup.


Ku tak dapat sungguh menyia - nyiakan kepercayaanMu kepadaku TUHAN
Selama kita masih hidup artinya TUHAN masih menaruh kepercayaanNya kepada kita. Meskipun kita tidak bisa menghapuskan kesalahan kita di masa lalu, kita bisa menebus kesalahan kita di masa depan. Sehingga ketika pulang ke surga nanti, kita akan disambut dengan perayaan seperti Bapa menyambut anakNya yang hilang, karena kita tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang TUHAN berikan kepada kita.


Kau berikan ku iman untuk mencoba lagi, sampai ku jadi sempurna spertiMu
Walaupun kita memulai dengan salah, menjalaninya dengan banyak cacat cela, tetapi bila kita mengakhirinya dengan benar, inilah makna terpenting dari hidup dalam anugerah TUHAN. All's well that ends well.

Rabu, 12 November 2008

5 Tips menghadapi Godaan

Ketika mempercayakan hidup kepada Kristus, karena anugerah-Nya secara posisional kita menjadi orang kudus (positional sanctifiction). Maksudnya, kita menjadi orang kepunyaan-Nya dengan segala tugas, panggilan dan tanggungjawabnya. Sebuah pengalaman hidup terindah! Namun demikian, kita dituntut untuk menjalani hidup kudus, bertumbuh menjadi serupa dengan Dia dalam karakter, sifat, kelakuan hidup kita (progressive sanctification). Pada akhirnya dalam sekejap mata kita diubahkan menjadi seperti Kristus (final sanctification).

Dalam proses penyucian, kita harus menghadapi godaan, yakni dorongan-dorongan di dalam batin kita untuk memenuhi keinginan-keinginan indah yang berlawanan dengan firman-Nya. Misalnya, dorongan untuk korupsi, karena ingin hidup mewah; dorongan untuk sombong, karena ingin dihormati sesama; dorongan untuk melakukan extra marital sex, karena sedang ingin bercinta, dstnya.

Ketika godaan datang, Yakobus memberikan tips untuk mengatasinya ;
1. INGATLAH MAHKOTA KEHIDUPAN BAGI SANG PEMENANG (Yak. 1:12)
Allah menjanjikan mahkota kehidupan, bagi orang yang mengasihi Dia, yakni bagi orang yang memilih untuk menolak godaan dan melakukan firman-Nya. Mahkota kehidupan bukanlah kehidupan kekal, namun ini merupakan kuasa dan otoritas untuk memerintah bersama Kristus dalam kekekalan kelak (2Tim. 2:12) yang dipercayakan kepada hamba-Nya yang baik dan setia. Mahkota ini adalah harta terindah dan terbaik yang akan kita persembahkan bagi kemuliaan Anak Domba Allah (Why. 4:10).

2. INGATLAH SUMBER GODAAN ITU BUKAN DARI ALLAH (Yak. 1:13)
Tulis Yakobus, ketika seseorang dicobai, janganlah ia berkata "Pencobaan ini datang dari Allah!" Alasannya adalah karena sifat-Nya, Allah tidak pernah sedikitpun hendak menjerumuskan kita ke dalam dosa. Datangnya godaan itu adalah dari keinginan-keinginan kita sendiri. Dosa terjadi ketika kita memenuhi keinginan itu dengan motif, cara, dan tujuan yang berlawanan dengan firman-Nya.

3. INGATLAH KONSEKUENSI PERBUATAN DOSA (Yak. 1:15)
Kata Yakobus, apabila keinginan itu dibuahi, maka menghasilkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, maka ia melahirkan maut. Jadi, godaan itu arahnya menuju kematian. Maksudnya adalah kematian jasmani, fisik, bukan kematian rohani. Untuk kematian rohani manusia tidak perlu berbuat dosa sampai matang; cukup makan buah terlarang saja. Namun untuk kematian fisik, yah dosa itu harus sampai matang.

Sebagai contoh, pernah ada seorang anak Tuhan yang meninggalkan isterinya yang sah, hidup dan menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda. Untuk sementara dia bisa menikmati isteri mudanya. Tapi tidak berlangsung terlalu lama, saya diberitahu bahwa anak Tuhan itu sudah mati dengan cara yang tragis. Menjelang kematiannya, dia ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit, karena kalau udah muntah, baunya amat busuk dan menyengat.


Contoh lain, seorang Ibu muda, masih cantik dan kaya. Namun dia mengingkari perjanjian pernikahannya, hidup selingkuh seenaknya. Suaminya merana terhina. Untuk sementara, dia bisa menikmati dosanya. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba saja ada benjolan di payudaranya, dan itu berkembang sampai menjadi kanker payudara stadium ke empat. Dokter ternama dari luar negeri pun tidak bisa mengatasi meskipun ketika baru sekedar benjolan. Akhirnya dia mati juga.

4. INGATLAH KEBAIKAN TUHAN PADA KITA (Yak. 1:16-17)
"Saudara-saudara yng kukasihi," tulis Yakobus, "janganlah sesat!" Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang." Maksudnya, Allah itu baik bagi kita, janganlah membalas kebaikan-Nya dengan melukai hati Bapa kita.

5. INGATLAH STATUS KITA SEBAGAI ANAK SULUNG (Yak. 1:18)
Ya, kita adalah ciptaan baru, dijadikan oleh benih firman-Nya. Tujuannya adalah supaya pada tingkat tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Dengan status sebagai ciptaan baru oleh firman-Nya, kita memiliki kehidupan baru, kehidupan persekutuan personal penuh kasih dengan Allah. Sepantasnya kita hidup menurut firman-Nya. Tidak ada cara lain.

Sebagai anak sulung kita adalah pengelola harta Bapa kita; kita adalah pemimpin atas segala ciptaan-Nya. Kalau tidak, kita akan seperti Esau yang menyesal karena telah menjual berkat-berkat hak kesulungan dari TUHAN. Jadi, jangan pernah menyerah.

Jalan Pulang

Kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia
(Filipi 2:15)

Penulis Anne Lamott mengisahkan seorang gadis kecil berusia 7 tahun yang tersesat di sebuah kota besar. Dengan cemas anak itu berlari mondar-mandir di beberapa ruas jalan, mencari tempat yang ia kenal. Seorang polisi melihatnya, menyadari kesulitan anak itu, dan menawarkan bantuan. Anak itu masuk ke mobil, dan sang polisi menjalankan mobilnya pelan-pelan menyusuri daerah itu. Tiba-tiba si anak menunjuk sebuah gereja dan minta turun dari mobil. Ia meyakinkan polisi itu, "Ini gereja saya. Saya selalu bisa menemukan jalan pulang dari sini."

Banyak orang berpikir gereja adalah lembaga kuno yang tak lagi relevan dengan dunia modern. Namun, saya yakin gereja yang setia mengajarkan Alkitab dan mewartakan kabar baik keselamatan melalui Kristus benar-benar memberi apa yang semua kita butuhkan untuk "menemukan jalan pulang".

Apabila gereja kita menjalankan fungsi yang diberikan Allah, maka para jemaatnya akan dengan rendah hati melayani dan memerhatikan satu sama lain, saling mendorong untuk mengikuti teladan Kristus (Filipi 2:1-11). Kelompok jemaat ini, lewat kata-kata dan hidupnya, juga menjadi penunjuk jalan bagi dunia yang tersesat menuju Yesus. Mereka melayani "seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan" (ayat 15,16).

Gereja yang mengajarkan kebenaran tentang Kristus tak hanya relevan, tetapi juga sangat dibutuhkan dalam dunia kita ini. Gereja ini dapat menolong orang-orang dari sepanjang zaman untuk menemukan jalan pulang ke rumah mereka

Hal Kecil yang Menjengkelkan

Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC - untuk menceritakan pengalamannya.


Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL.

Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.

Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Seorang karyawan ketinggalan bus.

Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.

Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.

Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.

Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.

Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah : sebuah sepatu baru. Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.

Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon ... dan semua HAL KECIL yang mengganggu - sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini

Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!

Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.

Kado

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

Kehadiran. Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar. Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.

Diam. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.


Kebebasan. Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "kamu bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.


Keindahan. Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.


Tanggapan Positif. Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.


Kesediaan Mengalah. Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.


Senyuman. Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi

Push Up

Ada seorang Profesor mata kuliah Agama yang bernama Dr. Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil di kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.


Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau
masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas profesor itu.

Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "Berapa push up yang bisa kamu lakukan?"


Steve menjawab, "Saya melakukan sekitar 200 setiap malam." "200? Lumayan itu, Steve," Dr. Christianson melanjutkan. "Apakah kamu dapat melakukan 300?" Steve menjawab, "Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus." "Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? " tanya Dr. Christianson. "Ok, saya bisa coba," jawab Steve.

"Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300. Dapatkah kamu
melakukannya? " tanya sang profesor. Steve menjawab, "Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya." Dr. Christianson berkata, "Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini." Dr. Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donat. Bukan donat yang
biasa tetapi yang besar dan dengan krim di tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donat ini?" Cynthia menjawab, "Ya". Dr. Christianson lalu berpaling
kepada Steve, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donat ini?" "Tentu saja!" Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donat di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau suatu donat?" Joe berkata, "Ya." Dr. Christianson bertanya, "Steve, maukah kamu
melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donatnya?" Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donatnya. Begitulah selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donat mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.

Saat profesor bertanya, "Scott, apakah kamu mau donat?" Jawaban Scott adalah, "Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?" Dr. Christianson berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya." Lalu Scott berkata, "Kalau begitu, saya tidak mau donatnya." Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donat yang tidak ia kehendaki?" Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "Hei! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya!" Dr Christianson berkata, "Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini donat saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya." Ia lalu menempatkan satu donat di atas meja Scott.

Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr. Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu menginginkan donat ini?" Dengan tegas Jenny menjawab, "Tidak." Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?" Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donat. Ruang sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata, "Tidak!" dan semua donat dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donat itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan. Dr. Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donat karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push-upnya.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, "Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?" Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, "Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau." Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "Jangan! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!" Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak, biarkan dia masuk."

Professor Christianson berkata, "Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?" Steve berkata, "Ya, biarkan dia masuk. Berikan donat kepadanya." Dr.Christianson berkata, "Ok Steve. Jason, kamu mau donat?" Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, "Ya, tentu saja, berikan saya donat." Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donat. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga.

Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, "Linda, apakah kamu mau donat?" Linda dengan sedih berkata, "Tidak, terima kasih." Professor Christianson dengan perlahan bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?" Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir, Susan. "Susan, kamu mau donat ini?" Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis. "Dr. Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya?"

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donat itu, tidak peduli apakah mereka menginginkannya atau tidak. Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donat?" Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, "Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah."

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. "Engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia," kata professor dan ia menambahkan, "Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata." Berpaling kepada kelas, profesor berkata, "Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan Putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan Dia untuk kita semua. Apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar."

Keep The Faith

Roma 12:3b ...tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.


Telingaku mendengar, mujizatMu yang besar, Kau nyatakan di saat ini bagi umatMu.
Apa yang kita dengar? Semakin kita mendengar suara dunia yang merendahkan, menyakitkan, menakutkan, mengecewakan, atau sebaliknya, menyanjung berlebihan, menjilat, mengangkat-angkat, meninabobokan kewaspadaan, memberikan janji - janji manis, maka ini berpotensi menurunkan iman kita. Sedangkan, jika kita lebih mendengar janji TUHAN, suara Roh Kudus di hati kita, khotbah, lagu rohani, maka ini adalah cara meningkatkan iman kita.


Mataku menyaksikan, mujizatMu yang heran, Kau adakan di tempat ini bagi diriku.
Apa yang kita lihat? Semakin kita melihat keadaan dunia yang membingungkan, mengerikan, mengkuatirkan, mengecewakan, menyakitkan, --atau sebaliknya--, menggiurkan, menarik hati seakan-akan lebih indah dan nikmat daripada surga, maka ini berpotensi menurunkan iman kita. Sedangkan jika kita lebih memandang pada hadirat TUHAN, wajah Yesus saat melakukan segala sesuatu, Alkitab, buku-buku rohani, maka ini adalah cara meningkatkan iman kita.


Yesus kupercaya kini, mujizat pasti terjadi, karena Engkau TUHAN yang tak berubah.

Telinga dan mata yang dipenuhi dengan iman akan menghasilkan ucapan yang penuh iman di tengah masalah. Mulai sekarang setiap kali masalah terjadi jangan membuat kita bersungut-sungut kepada TUHAN dan berkata, "TUHAN, aku punya masalah yang besar!" Tetapi setiap kali masalah terjadi, biarlah membuat kita berdiri teguh menantang persoalan dan berkata, "Hai masalah, aku punya TUHAN yang besar!"


BersamaMu setiap hari, mujizat pasti terjadi, Kaulah TUHAN yang berkuasa s'lamanya.
Orang yang berharap iman datang tiba - tiba di tengah masalah, seumpama saat pencuri datang, orang itu baru mau mengembangkan otot-ototnya supaya kuat menghadapi sang pencuri. Iman dibangun dalam pergaulan dan persekutuan dengan TUHAN setiap hari. Sebab itu daripada memuji TUHAN sambil menunjukkan kemampuan kita, lebih baik kita memuji TUHAN sambil menunjukkan, bahwa kita membutuhkan kemampuan TUHAN. Sehingga setiap hari TUHAN membentuk otot-otot rohani kita, dan ketika masalah itu datang, iman kita sudah siap untuk menerima mujizat pasti terjadi. Bukan menurut kemauan kita, tapi menurut kekuasaan TUHAN.

Tidur

Sebelum mengakhiri kelasnya, guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya.

Guru : “Kenapa kalo di gereja kita tidak boleh berisik?”

Murid: “Karena di gereja ada yang lagi tidur.”

Iman

Suatu hari seorang pendeta yang terkenal di daerahnya didatangi oleh seorang jemaat. Jemaat tersebut buta sejak lahir. Jemaat tersebut berkata:

Jemaat : Pak Pendeta, sudilah kiranya anda menyembuhkan mata saya yang sudah buta sejak lahir.

Pendeta : Baiklah, namun saya mau bertanya satu hal. Dengan apa bapak datang kemari ??

Jemaat : Dengan Iman Pak!!

Pendeta : Bagus, maka dengan imanmu pulalah kamu akan disembuhkan.

Jemaat : (Memanggil anaknya yang bernama Iman) Man, man, kenapa kamu tidak bilang dari dulu kalau kamu bisa menyebuhkan saya??

Pendeta :@#$%^!???

Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, “Mas, kenal Yesus, ngga?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, “Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!”

Pendeta dan Singa

Seorang pendeta baru saja selesai memberitakan injil di desa sebelah. Dalam perjalanan pulang, karena hari sudah hampir malam, ia pun nekat untuk mengambil jalan pintas, melewati hutan belantara.

Di tengah hutan, ia bertemu seekor Singa yang kelihatannya sangat lapar. Ia pun berlutut dan berdoa,

“Tuhan, tolong tutuplah mulut Singa ini, agar dia tidak bisa menerkam aku”.

Ketika selesai berdoa, ia melihat sang Singa juga sedang berdoa. Sang Pendeta pun mengucap syukur,

“Oh, Tuhan, terima kasih. Kau telah memberiku seekor Singa yang baik”. Sang Singa pun lalu berkata,

“Betulll !!!, aku adalah Singa yang baik. Aku selalu berdoa mengucap syukur sebelum menyantap makananku”.

Selasa, 11 November 2008

DOMBA YANG MENGALAHKAN SERIGALA

Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah - tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular (IQ) dan tulus seperti merpati (ESQ)."

Jika saat ini ada yang bertanya mengapa kita bisa terluka, kepahitan, lemah, tidak berdaya, terintimidasi, miskin, dan sebagainya, jawabannya adalah karena di marketplace ada kawanan serigala (lambang situasi yang liar dan buas), bukan kancil, bukan kelinci, bukan kura-kura.

Bagaimana domba bisa mengatasi kawanan serigala? Tidak cukup hanya dengan cara melarikan diri dan bersembunyi. Kapan kita sampai ke tujuan kalau begitu? Tetapi dengan cara tetap berjalan maju namun disertai "Aslan", Singa dari Yehuda. Misi pelayanan kami adalah kita mengalami kuasa penyembahan yang menarik kuasa hadirat Allah (Sang Singa dari Yehuda itu) ke tempat kita berada (tengah-tengah serigala). Yaitu memperbarui pola pikir (IQ unggul) supaya mendapatkan hikmat TUHAN, menguatkan hati (EQ unggul) supaya bisa meraih apa yang dijanjikan TUHAN, dan membangkitkan iman (SQ unggul) supaya bisa mengalami mujizat dan berkuasa mengatasi kuasa gelap yang banyak dipraktekkan oknum pelaku marketplace untuk mendongkrak usaha mereka.

  • Contoh penyembahan yang memperbarui pikiran kita untuk mendapatkan hikmat: setelah kita menyembah TUHAN, saya mengajak kita bertanya apa yang mesti kita lakukan untuk menghadapi masalah kita.
  • Contoh penyembahan yang menguatkan hati kita untuk siap meraih janji TUHAN: di setiap inspirasi, saya mengajak kita mengingat apa yang TUHAN sudah perbuat bagi tokoh Alkitab dan kesaksian orang lain dan TUHAN bisa lakukan bagi kita juga.
  • Contoh penyembahan yang membangkitkan iman kita untuk mengalami mujizat: saya mengajak kita mengaminkan setiap Firman TUHAN yang ada di dalam lagu-lagu penyembahan kita. Pandang masalah kita, dan perkatakan Firman TUHAN, sebab Injil adalah kekuatan Allah.
  • Lalu di marketplace jadilah pelaku firman dengan melakukan apa yang terpikirkan, melakukan dengan tekad, dan melakukan dengan yakin bahwa TUHAN menyertai kita untuk membawa kita ke hidup yang sukses material dan sukses spiritual.


Menjadi Ahli Waris Terbesar

Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.



Ayah saya boleh jadi tidak dikategorikan Rich Dad oleh Robert T Kiyosaki. Tapi bukan berarti Papa tidak bisa mewariskan kekayaan kepada kami, anak-anaknya. Suatu hari di saat kami sedang berbincang, tiba-tiba Papa pernah berkata, "Papa menyesal sekali tidak bisa mewariskan apapun kepada kalian." Bukan tanpa alasan Papa berbicara seperti itu. Walaupun Beliau cerdas, baik, bijak, memiliki segudang talenta, tapi setiap pekerjaan dan usahanya tidak pernah berakhir dengan keberhasilan dengan berbagai faktor. Tidak heran berbagai pengalaman buruk ini sangat berbekas di hatinya, sehingga sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu.

Saya menjawab, "Papa sebenarnya tanpa sadar sudah memberikan warisan yang luar biasa sekali kepada kami." Saya bukan sedang berusaha menghibur Beliau dengan ucapan kosong, maka saya menjelaskan alasannya.


Dalam sgala perkara, TUHAN punya rencana, yang lebih besar dari semua yang kupikirkan.

"Karena saya perhatikan dari kecil, walaupun Papa jatuh berkali - kali, tetapi Papa selalu berusaha bangkit dan mencoba lagi. Tidak pernah mengeluh atau bahkan melampiaskan kekesalan kepada kami. Papa hanya diam, menanggung perkara ini dalam hati Papa, dan hanya menunjukkan, bahwa Papa berusaha melakukan yang terbaik bagi kami. Saya menjadi ahli waris terbesar kekayaan Papa yaitu semangat pantang menyerah."


Apapun yang Kau perbuat, tak ada maksud jahat. Sbab itu kulakukan semua denganMu TUHAN

Papapun menyadari. Bahwa semua kejadian buruk di masa lalu, tidak perlu disesali, karena justru membuatnya menemukan, mengenal, dan dekat dengan TUHAN. Bahwa pergumulan dan perjuangannya tidak sia-sia, karena justru membuatnya mewariskan semangat kepada saya sehingga bisa memberkati banyak jiwa. Sejak saat itu, dalam keterbatasan fisiknya pun, Papa lebih bersemangat daripada sebelumnya. Papa mendukung setiap pelayanan saya, salah-satunya dengan berdoa syafaat. Yang Papa minta bukanlah supaya berhasil, tetapi supaya saya memperoleh hikmat untuk membuat lagu dan menyampaikan inspirasi yang tepat dibutuhkan orang - orang yang saya layani.


Ku tak akan menyerah, pada apapun juga sebelum kucoba semua yang ku bisa. Tetapi ku berserah, kepada kehendakMu. Hatiku percaya TUHAN punya rencana.

Sampai saat terakhirnya pun, Beliau masih menunjukkan semangat untuk hidup dan bertekad mendukung saya melayani di tahun berikutnya. Hanya saja rupanya TUHAN sudah tidak sabar untuk memberikan upah kepada setiap jerih-payah Beliau. Papa menjadi ahli waris terbesar Kerajaan Sorga. Tapi semangat itu tetap hidup di hati untuk selalu memberikan yang terbaik seperti yang dilakukan Papa. Selamat jalan Papa, sampai kita bertemu lagi, kali ini untuk selamanya.