Roma 12:3b ...tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Telingaku mendengar, mujizatMu yang besar, Kau nyatakan di saat ini bagi umatMu. Apa yang kita dengar? Semakin kita mendengar suara dunia yang merendahkan, menyakitkan, menakutkan, mengecewakan, atau sebaliknya, menyanjung berlebihan, menjilat, mengangkat-angkat, meninabobokan kewaspadaan, memberikan janji - janji manis, maka ini berpotensi menurunkan iman kita. Sedangkan, jika kita lebih mendengar janji TUHAN, suara Roh Kudus di hati kita, khotbah, lagu rohani, maka ini adalah cara meningkatkan iman kita.
Mataku menyaksikan, mujizatMu yang heran, Kau adakan di tempat ini bagi diriku.
Apa yang kita lihat? Semakin kita melihat keadaan dunia yang membingungkan, mengerikan, mengkuatirkan, mengecewakan, menyakitkan, --atau sebaliknya--, menggiurkan, menarik hati seakan-akan lebih indah dan nikmat daripada surga, maka ini berpotensi menurunkan iman kita. Sedangkan jika kita lebih memandang pada hadirat TUHAN, wajah Yesus saat melakukan segala sesuatu, Alkitab, buku-buku rohani, maka ini adalah cara meningkatkan iman kita.
Yesus kupercaya kini, mujizat pasti terjadi, karena Engkau TUHAN yang tak berubah.
Telinga dan mata yang dipenuhi dengan iman akan menghasilkan ucapan yang penuh iman di tengah masalah. Mulai sekarang setiap kali masalah terjadi jangan membuat kita bersungut-sungut kepada TUHAN dan berkata, "TUHAN, aku punya masalah yang besar!" Tetapi setiap kali masalah terjadi, biarlah membuat kita berdiri teguh menantang persoalan dan berkata, "Hai masalah, aku punya TUHAN yang besar!"
BersamaMu setiap hari, mujizat pasti terjadi, Kaulah TUHAN yang berkuasa s'lamanya.
Orang yang berharap iman datang tiba - tiba di tengah masalah, seumpama saat pencuri datang, orang itu baru mau mengembangkan otot-ototnya supaya kuat menghadapi sang pencuri. Iman dibangun dalam pergaulan dan persekutuan dengan TUHAN setiap hari. Sebab itu daripada memuji TUHAN sambil menunjukkan kemampuan kita, lebih baik kita memuji TUHAN sambil menunjukkan, bahwa kita membutuhkan kemampuan TUHAN. Sehingga setiap hari TUHAN membentuk otot-otot rohani kita, dan ketika masalah itu datang, iman kita sudah siap untuk menerima mujizat pasti terjadi. Bukan menurut kemauan kita, tapi menurut kekuasaan TUHAN.
Rabu, 12 November 2008
Keep The Faith
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar